Kejari Brebes Tangani 12 Kasus Korupsi

No comment 153 views

BREBES – Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes dalam setahun terakhir menangani sebanyak 12 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayahnya. Dari belasan kasus itu, enam kasus di antaranya kini dalam proses penuntutan atau persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Sementara, empat kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan dan dua kasus lagi dalam penyidikan. Bahkan, satu kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejari Brebes itu telah menyeret seorang pejabat eselon II di jajaran Pemkab Brebes. Yakni, kasus dugaan korupsi bantuan alat berat.

”Dari periode Januari hingga Desember 2018 ini, kasus korupsi yang kami tangani ada empat kasus dalam tahap penyelidikan, dua kasus penyidikan, dan enam kasus dalam proses tuntutan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Brebes, Arie Chandra Dinata Noor, kemarin (4/12).

Dari belasan kasus tersebut, kata dia, Kejari Brebes juga berhasil menyelamatkan kerugian uang negara sebesar Rp 2.278.809.000.

Pengembalian

Berasal dari kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Kerabat Kita Bumiayu sebesar Rp 2,053 miliar lebih dan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah sebesar Rp 225.500.000. Kedua kasus itu kini prosesnya masuk dalam penuntutan.

Kasus lainnya yang dalam proses penuntutan di antaranya dugaan korupsi bantuan alat berat dan dugaan korupsi pengelolaan dana Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba.

”Untuk kasus bibit bawang ini ada dua orang terdakwa. Kemudian, kasus bantuan alat berat satu terdakwa, kasus dana bos dua terdakwa, dan pengelolaan dana desa satu terdakwa,ó terangnya. Menurut dia, pengembalian kerugian keuangan negara yang telah dilakukan para terdakwa itu tidak akan menghentikan kasus yang tengah diproses.

Pengembalian uang kerugian negera tersebut hanya akan membantu terdakwa dalam proses penuntutan dan akan menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta hakim dalam persidangan. ”Jadi, tidak akan menghentikan proses hukumnya,” tandas dia.

Lebih lanjut Arie mengatakan, selain 12 kasus yang ditangani tersebut, pihaknya juga menangani sebanyak lima orang terdakwa yang masuk tahap eksekusi. Yakni, dua orang Kepala Desa (Kades) dalam kasus sertifikat Prona, seorang Sekretaris Desa (sekdes) dalam kasus tanah bengkok, satu pengurus kelompok ternak, dan Seorang Kades kasus dana desa.

”Semuanya ini sudah kami eksekusi, sebagian diserahkan ke Semarang dan sebagian lagi di Brebes,” sambungnya. Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya tindak pidana korupsi yang di jajaran pemerintahan, baik di tingkat desa maupun kabupaten. Yakni, faktor regulasi dan faktor manusia atau oknum pejabatnya.

Faktor regulasi menjadi penyebab akibat adanya regulasi yang tidak jelas. Sedangkan faktor manusia muncul karena terkadang oknum pejabat di Pemkab atau Desa memanfaatkan celah aturan yang ada.

”Kami sebagai penegak hukum berharap, dengan kasus korupsi yang ditangani ini menjadi pelajaran bagi pejapat, kepala sekolah, Kades untuk jangan berani bermain-main dengan uang negara karena akan terjerat hukum,” pungkasnya. 

author
No Response

Leave a reply "Kejari Brebes Tangani 12 Kasus Korupsi"